Sabtu, 13 Desember 2014

Haruskah Indonesia Membangun PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) ?

Standard

PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) adalah pembangkit daya thermal yang menggunakan satu atau beberapa reaktor nuklir sebagai sumber panasnya. Sebenarnya sih tidak jauh beda dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Saya akan menjelaskan secara sederhana tentang bagaimana nuklir bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, secara sederhana sih gini, energi panas yang dihasilkan dari pemecahan inti atom digunakan untuk memanaskan air sehingga air menguap dengan tekanan yang tinggi, uap tersebut digunakan untuk memutar turbin, turbin itulah yang sebetulnya menghasilkan listrik. Kembali ke topik, Sobat blogger perlu engak sih Indonesia membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) ? Yang bisa menjawab pertanyaan diatas adalah pemerintah, tapi saya hanya ingin berbagi pendapat tentang perlu tidaknya indonesia membangun PLTN.

Seperti yang kita tahu, kebutuhan listrik di negara yang kita cintai ini amat besar, sampai sekarang belum semua rakyat merasakan nikmatnya energi listrik, dan bahkan setiap tahun kebutuhan listrik selalu meningkat. Tapi menurut saya kita tidak perlu membangun PLTN, karena Indonesia negara yang kekayaan alamnya sangat melimpah, alam indonesia berbeda dengan negara yang mengembangkan nuklir sebagai pembangkit listrik. Mengapa indonesia tidak perlu membangun PLTN ? Karena Indonesia adalah negara spesial. Ini adalah alasan saya mengapa kita jangan dulu atau tidak usah membangun PLTN.

1. Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik yang besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Dan pasti Indonesia akan sering dilanda gempa dan berpotensi dilanda tsunami. Seperti yang kita tahu, PLTN di dunia dilengkapi dengan sistem keamanan ganda yang super tebal. Tapi kita juga harus tahu, PLTN di jepang bocor gara-gara tsunami dan gempa yang melanda negara tersebut. Dan radiasi yang dihasilkan dari kebocoran itu sangat berbahaya bagi makhluk hidup, termasuk manusia lebih jelasnya bisa di baca di google.

2. Di indonesia banyak gunung berapi yang aktif, setiap terjadi letusan sering diiringi aktifitas kegempaan. Kalaupun harus membangun PLTN, PLTN harus dibangun di daerah yang jauh dari gunung api. Tapi kegempaan akan selalu datang, dan meghantui PLTN. Masih ingat tentang letusan gunung Krakatau ? siapa yang sangka hanya karena satu gunung jawa dan sumatra menjadi terpisah. Lebih jelasnya bisa cek di google sobat blogger.

3. Pembangunan PLTN memerlukan ribuan US $. Bayangkan uang sebanyak itu bisa kita gunakan untuk apa ? lebih baik dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih vital. Negara indonesia adalah negara yang spesial kita patut bersyukur. Untuk Indonesia banyak sekali energi alternatif yang bisa digunakan untuk pembangkit listrik. Energi apa aja itu ? tunggu postingan saya selanjutnya tentang energi aternatif pengganti Nuklir sebagai pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan.

4. Biaya perawatan jika terjadi kerusakan lebih mahal dibanding biaya pembangunan. Apa kita sudah siap dengan hal itu, dari segi SDM maupun Ekonomi ? kalau tidak, kita hanya bisa bergantung pada Asing. Untuk apa kita membangun kalau merawat / memperbaiki aja tidak bisa ? Lagi-lagi kesiapan kita diuji, apa kita benar-benar siap dari segi SDM dan Ekonomi ?

5. Limbah radio aktif yang sangat sangat dan sangat berbahaya. Apa kita sudah siap mengolah limbah yang notanebe sangat berbahaya itu ? Kalau belum, sebaiknya jangan dulu, meskipun ada beberapa negara yang siap menampung limbah tersebut. Apa kita gratis mengirimkan limbah ke negara tersebut ? Kenapa ada negara yang mau menampung limbah tersebut ? apa ada manfaatnya ? Siapa yang tahu.

6. Indonesia rawan longsor dan banjir, bahkan banjir bandang siap melanda ketika musim hujan datang. Jadi pembangunan reaktor nuklir harus benar-benar aman dari bencana alam. Dan menurut saya indonesia bukan tempat yang tepat untuk pembangunan reaktor nuklir karena rawan bencana alam.

Itulah alasan saya sobat blogger, saya hanya ingin berbagi uneg-uneg. Jika ada salah kata atau pengetikan atau pendapat yang saya ungkapkan, saya mohon maaf, ini hanya sekedar pendapat, mungkin saya salah. Meskipun nuklir itu sangat berbahaya, tapi juga sangat bermanfaat. Apa sih manfaatnya ? Manfaat Nuklir adalah :

1. Pembangkit Listrik

2. Dunia Kesehatan yang menggunakan teknologi nuklir

3. Industri

4. Dunia militer Untuk Info yang lebih lengkap klik disini

1 komentar:

  1. salam untuk semua orang di forum blog ini, saya ingin memberi tahu Anda semua tentang terobosan keuangan yang ditawarkan pak pedro untuk saya lalui ketika saya kelaparan dengan bisnis dan keluarga saya selama pandemi covid19. saya menemukan mr pedro di blog spot oleh seseorang yang merekomendasikan dia kepada siapa pun yang mencari pinjaman saya sangat bersemangat dan saya juga termotivasi untuk berada dalam posisi kebebasan finansial karena keluarga saya kelaparan, saya menghubungi mr pedro di aplikasi apa yang saya katakan dia kisah hidup saya tentang situasi keuangan dia mengirimi saya formulir aplikasi untuk diisi dengan perincian saya yang saya lakukan kemudian setelah dia mengirimi saya perjanjian pinjaman kemudian saya meneruskannya ke pengacara saya untuk melihat dan memberi tahu saya tentang cara melakukannya kemudian setelah saya menandatangani perjanjian pinjaman setelah itu pinjaman saya disetujui beberapa jam yang lalu bank menghubungi saya untuk transfer dana dan biaya yang harus saya bersihkan di konter bank saya membersihkan biaya yang saya terima pinjaman saya pada hari berikutnya saya membersihkan biaya bank jadi sangat menyenangkan bekerja dengan mr pedro dan saya berterima kasih banyak atas bantuan yang dia berikan kepada saya yang sangat membantu keluarga saya dari kelaparan. hubungi mr pedro di email: pedroloanss@gmail.com atau berbicara dengannya di whatsapp + 1-8632310632 . untuk tanggapan cepat karena dia selalu sibuk tetapi mereka memiliki beberapa rekan kerja tim profesional lain yang bekerja dengannya juga, tetapi saya merekomendasikan mr pedro kepada siapa pun yang mencari bantuan keuangan.

    BalasHapus